Dukung Tridharma, UNIPMA Optimalkan AI untuk Pembelajaran dan Riset
Universitas PGRI Madiun — Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan akademik, penelitian, hingga pengembangan keterampilan profesional.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan bertajuk Pemanfaatan Artificial Intelligence bagi Mahasiswa Universitas PGRI Madiun yang digelar Biro Kemahasiswaan (BKM) Universitas PGRI Madiun di Lab Auditorium Gedung Fakultas Teknik Lantai 4, Selasa (22/9), kemarin.
Kegiatan ini bekerja sama dengan AIM ASEAN serta melibatkan Kumpul Impact dan Bisajadi.co.id sebagai tim coach atau pemateri. Pelatihan menghadirkan Imaduddin Ifai, Professional Coach & Mentor Digital Marketing, untuk memberikan wawasan praktis mengenai pemanfaatan AI di lingkungan akademik dan dunia profesional.
Kepala Divisi Prestasi Mahasiswa BKM Universitas PGRI Madiun, Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, S.Pd., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital mahasiswa sekaligus memperluas kerja sama Universitas PGRI Madiun dengan berbagai pihak.
"Tujuannya meningkatkan literasi digital dan pemanfaatan AI bagi mahasiswa," ujarnya.
Menurut Beliau, mahasiswa perlu memiliki keterampilan dalam menggunakan AI secara tepat, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Pemanfaatannya dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan akademik maupun kegiatan nonakademik, termasuk pengembangan bisnis.
"Mahasiswa diharapkan bisa lebih bijak memilih AI yang sesuai untuk mendukung kuliah, bisnis, dan kebutuhan lainnya," tambahnya.
Selain peningkatan keterampilan digital, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat jejaring kerja sama Universitas PGRI Madiun di tingkat nasional maupun internasional. AIM ASEAN dalam kegiatan ini mendelegasikan Kumpul Impact dan Bisajadi.co.id sebagai coach atau narasumber.
BKM Universitas PGRI Madiun juga berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan. Program serupa direncanakan dapat dikembangkan kembali untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperbarui keterampilan mereka seiring perkembangan teknologi AI.
"Harapannya, kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan menghadirkan pelatihan lain yang relevan bagi mahasiswa," pungkas Wachidatul Linda Yuhanna, S.Pd., M.Si.
Optimalisasi AI tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran digital di Universitas PGRI Madiun. Teknologi diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung pembelajaran dan penelitian dengan tetap memperhatikan kemampuan kritis, etika akademik, verifikasi informasi, dan keamanan data.
Upaya penguatan keterampilan digital dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tersebut juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam peningkatan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.
Pemanfaatan AI untuk pembelajaran dan penelitian turut berkaitan dengan SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi dan ekosistem digital di lingkungan perguruan tinggi.
Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan memperoleh sertifikat keikutsertaan yang dapat digunakan sebagai bagian dari portofolio akademik dan Skill Passport. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya diarahkan pada pengenalan teknologi AI, tetapi juga pada pengembangan keterampilan yang dapat menunjang kebutuhan akademik dan profesional mahasiswa.



